Opel Blazer Vs Toyota Avanza

Wah ini judul keterlaluan ini, gak apple to apple nih. Mungkin ini yang terbayang dari sebagian orang ketika membaca judul ini, Blazer Vs Avanza. Yah, hal yang menyebabkan aku menulis artikel ini adalah, karena awal tahun 2019 ini istriku membeli mobil Avanza baru sebagai daily car dia. Avanza yang dibeli adalah Avanza tipe G. Dibeli karena mobil pertamanya yakni Avanza Gen I tahun 2005 sudah sering rusak, dan tingkat kenyamanan suspensi dan kaki kaki – kaki sudah sangat jauh menurun.

Istriku membeli 1 unit Avanza tipe G tahun 2019 sebesar Rp. 210.000.000,- cash. Sebelum membeli, saya sempat kasih gambaran kepada istri saya untuk bertahan saja dengan mobil yang lama, dimana rusak disitu diperbaiki. Sehingga pengeluaran hemat dan tabungan tidak tergerus. Namun istriku memiliki alasan kuat dan masuk akal. Karena seorang wanita paling khawatir kalau tiba – tiba mobil mogok di tengah jalan karena rusak, dan ini telah terjadi. Akupun mengizinkan atas keputusan dan alasan yang dipilihnya.

Apa hubungannya dengan Opel Blazer? Disaat istri beralih ke mobil baru, aku masih setia dengan mobil tua bangka dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Yang ingin ku bahas adalah, seandainya aku saat ini memiliki setumpuk duit cash sebesar Rp. 210 juta, ingin membeli mobil Jepang tersebut, tetapi ku alihkan membeli mobil blazer, apa yang terjadi? Berikut ini kisaran dana yang akan aku keluarkan:
– Harga mobil = 30 juta
– Biaya perbaikan = 30 juta
– Biaya lain – lain = 5 juta
Total pengeluaran = 65 juta.

Nah ini adalah asumsi biaya pengeluaran yang akan ditimbulkan. Biaya tersebut diatas, tentunya bisa aku press lagi. Biaya perbaikan sebesar 30 juta adalah biaya yang sudah sangat lapang sekali untuk membuat kondisi mesin blazer menjadi ideal. Menurut pengalamanku, biaya 10 juta sudah jauh dari cukup untuk membuat mesin Blazer menjadi ideal untuk dipakai. Tapi asumsi untuk saat ini biarlah saya pakai 30 juta untuk perbaikan.

Nah, disaat saya memiliki dana tunai ditangan sebesar Rp 210.000.000,- saya habiskan Rp 65.000.000,- untuk mendapatkan Opel/Chevroler Blazer yang segar. Tentu sisa duit tunaiku tinggal sebesar Rp. 145.000.000,-. Apabila duit 145 juta ini dibelanjakan untuk bensin, bisa dibayangkan berapa liter BBM yang didapat?

Berdasarkan pengalamanku memakai Mobil Blazer selama hampir dua tahun. Apabila aku memakai Mobil Blazer full 1 bulan didalam kota untuk keperluan harianku, mulai dari pergi ke kantor, jemput anak sekolah, pergi main dan kumpul bareng teman. Maka biaya BBM (bensin premium) yang kuhabiskan selama sebulan berkisar Rp. 800.000,- hingga Rp. 900.000,-. Anggap saja pengeluaranku untuk membeli BBM selama sebulan sebesar 1 juta rupiah.

Bisa teman – teman bayangkan, dengan sisa duit sebesar 145 juta rupiah ada ditanganku, ini artinya aku bisa membeli kebutuhan BBM untuk selama 145 bulan. Atau dengan kata lain, selama 12 tahun kebutuhan BBM untuk Blazer telah tercukupi. Dengan catatan, harga BBM bensin tetap dan ritme perjalananku di dalam kota juga tetap/ tidak jauh berbeda.

Ini adalah suatu penghematan yang sangat besar. Dengan duit 210 juta, tentunya aku telah memiliki 1 unit Blazer (second) yang sehat sekaligus aku dapat biaya bensin selama 12 tahun. Jadi ini adalah gambaran nyata, sebenarnya dengan membeli mobil Blazer yang murah, kita tidak harus susah payah menyediakan duit untuk membeli bensin. Kita tidak lagi berdebat dengan urat leher yang tegang, apakah Blazer itu boros atau hemat. Kita tidak perlu lagi hitung – hitungan rumit, berapa besar sih rasio pemakaian BBM Blazer di dalam kota. Blazer sangat hemat BBM, karena biaya awal membeli mobil blazer second yang sudah sangat murah bila dibandingkan harga mobil avanza baru.

Uniknya dalam memakai mobil yang kita bahas tadi, biaya pajak tahunan Blazer hanya 1,2 juta rupiah saja dan Avanza 2019 biaya pajak tahunan sebesar 2,5 juta rupiah. Tentu ini dapat menjadi pertimbangan tambahan saya untuk semakin kuat membeli Blazer.

Ada lagi cerita unik dari temanku tentang Blazer. Dia pernah bawa Blazer kebut –  kebutan dijalan raya. Untuk kebut – kebutan di jalan raya, Blazer masih lah sepadan untuk iring – iringan, kejar – kejaran di jalan raya yang bagus dengan mobil Toyota Fortuner VRZ. Kalaulah sudah melewati jalan jelek bergelombang dan berlobang serta jalan tikungan, tentu sangat mudah bagi Opel Blazer meninggalkan jauh Fortuner VRZ. – Ini berdasar pengalaman pribadi -. Artinya untuk performa, Blazer masih bisa disepadankan dengan Fortuner VRZ untuk mencapai top speed di jalan raya.

Kalaulah kita memakai skema sperti diatas, pabila memiliki duit cash cukup untuk membeli Fortuner VRZ yang baru, dialihkan untuk membeli 1 unit Blazer second. Maka yang terjadi adalah sangat luar biasa. Kita akan mendapatkan mobil Blazer yang sehat sekaligus dapat biaya untuk membeli BBM selama 50 tahun. WAOOOW… Yah kita bakalan gratis biaya BBM selama 50 tahun. Ajib beneeerrrr…. Sekalipun Fortuner VRZ disel itu hemat konsumsi BBM, Blazer jauh lebih hemat gratis biaya BBM 50 tahun. Sekali lagi, tentu ini terjadi bila harga BBM tetap, dan kebutuhan rute perjalanan dalam kota ku tidak banyak berubah.

Bagaimana dengan biaya perawatan lanjutannya? Sengaja tidak saya masukkan, karena agar lebih sederhana membandingkan biaya awal untuk memiliki mobil. Baik mobil baru maupun mobil lama, sama – sama mengeluarkan duit. Terutama sama – sama mengeluarkan duit untuk beli ban, Oli, filter Oli untuk penggunaan lanjutan setiap tahunnya. Bagai mana biaya perbaikan mobil bila terjadi crash di jalanan. Tentu biaya reparasi body Blazer lebih murah.

Pertimbangan tambahan lainnya untuk meminang mobil Opel Blazer adalah, pajak murah, suspensi lembut dan nyaman, stabil di jalanan baik di tikungan maupun jalan berlobang, serta yang terpenting Blazer sangat savety bila terjadi benturan.

Mohon maaf yang sebesar – besarnya kepada teman – teman yang memiliki mobil Avanza dan Fortuner. Artikel ini dibuat bukan bermaksud black campaign terhadap mobil tersebut. Juga bukan bermaksud ngajak ugal – ugalan di jalan raya. Melainkan hanya mengulas perbandingan harga yang sisa duitnya bisa dibelikan bensin. Dengan kata lain, aku yang “kere” pengen tampil “keren”, Blazer jawabannya. Bagiku, Opel Blazer is The Real LCGC. Low Cost untuk beli mobilnya dan Green Car untuk biaya beli bensinnya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *