Tenaga Opel Blazer Lemot Banget, Kenapa?

Mengapa Mobil Blazer mesin berkapasitas 2.200 cc terasa tidak bertenaga dan lemah?

suv opel blazer

Banyak yang mengatakan Blazer tidak bertenaga. Kalimat ini muncul kebanyakan dari orang yang belum pernah memiliki SUV amerika tersebut. Namun bagi pemilik Opel Blazer tentu mengeluarkan statement yang berbeda, biasanya kalimatnya lebih halus seperti “putaran bawah lambat”. 😀

Sedikit informasi tambahan, tidakkah teman teman pernah mencoba mengendarai Lux England’s SUV, Range Rover generasi pertama? Banyak yang memberi ulasan, bahwa Range Rover gen I 4000cc, tidak memberikan tenaga yang berlimbah, terkesan biasa saja dan sebagainya.

Kembali ke Blazer, apa yg menyebabkan Opel Blazer Montera terasa tak bertenaga, boyo dan lain-lain:

1. Usia Mobil Blazer tidak lagi muda. Rata – rata diatas 10 tahun.
2. Blazer yang hadir di Indonesia, adalah blazer downgrade spec yakni aslinya berkapasitas 4.300 cc atau lebih dikenal dengan nama Blazer vortec. Masuk ke Indonesia dengan kapasitas mesin 2.200 cc saja.
3. Bobot Blazer yang sangat berat, hampir mencapai 2 ton.

4. Karakteristik Opel Blazer lebih condong ke arah Cruize kenyamanan. Berbeda dengan sedan, lebih kearah race, hentakan pertama begitu melimpah bertenaga.
5. Pastikan tipe Blazer anda. Untuk Blazer Montera SOHC kurang beberapa daya kuda untuk tenaganya bila dibandingkan dengan Blazer DOHC.

6. Rasio gigi 1 dan 2 sangat berbeda jauh dengan gigi 3 dan 4. Ini salah satu yang menyebabkan tenaga pada putaran bawah Blazer lambat / kurang, namun pada putaran atas (gigi 3 dan 4) akan terasa cepat kencang dan stabil.

Stabil disebabkan bobot body yang berat dan suspensi yang lembut untuk melibas jalan berlobang dan bergelombang. Rasio gigi 1 dan 2 yang besar pada berguna untuk mempertahankan hidupnya mesin Blazer walaupun pada RPM yang sangat rendah sekali.

Solusi untuk meningkatkan performa Opel Blazer :

1. Adanya yang menggunakan stabilizer AKI, namun terkesan gimmick.
2. Untuk SOHC dapat mengganti thorttel body milik Blazer DOHC untuk meningkatkan kapasitas udara masuk ke ruang pembakaran.
3. Untuk SOHC juga dapat mengganti piston Opel Blazer DOHC untuk meningkatkan kompresi pada ruang pembakaran mesin.

4. Bagi yang suka oprek mesin, bisa juga mengganti mesin blazer 2.200 cc dengan mesin captiva bensin 2.400 cc. Penambahan tenaga akan terasa lebih besar dari pada cara nomor 1-3. Mesin captiva sangat cocok dengan dudukan pada ruang mesin Blazer, atau bersifat plug-in.
5. Bisa juga memakai turbo. Hal ini hanya bisa diaplikasikan pada SOHC saja, karena ideks kompresi ruang bakar masih rendah dibandingkan DOHC.

Untuk saya pribadi yang memiliki Opel Blazer Montera SOHC 2.200 cc. untuk meningkatkan performa, lebih memilih:

1. Peremajaan part enginge sesuai spesifikasi standart resmi. Misalkan, memilih busi dan memakai oli yang sesuai standart pabrik.
2. Mengganti kabel aki satu set.
3. Memastikan sirkulasi air radiator tidak bermasalah.

4. Rutin melakukan tune-up per 3 bulan.
5. Kondisi nozle yang prima.
6. Rutin mengganti oli sebelum mencapai 5000 km. Hal ini baru saya lakukan. Ruang mesin selalu terasa lebih lembut dan halus.

Ini semua saya lakukan mengingat:

1. Umur Blazer yang sudah tua.
2. Untuk dipakai sehari – hari. Mobil utama untuk daily drive.
3. Lebih mengutamakan kenyamanan, keamanan dari pada kebut kebutan.
3. Biaya yang sangat terjangkau.

Intinya mari bersifat rasional. Tidak mungkin bagi saya memilih mobil second, murah, sudah berumur, berbobot berat, type SUV gambot mengharapkan performa seperti hypercar bugatti veyron. It’s me and my Opel Blazer Montera 2002.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *